PELANTIKAN PK IMM AHMAD DAHLAN 2026-2027
Lamongan – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Ahmad Dahlan resmi melaksanakan pelantikan pengurus baru periode 2026/2027 pada Sabtu (17/01/2026). Kegiatan berlangsung di Aula SMA Muhammadiyah 4 Lamongan dengan mengusung tema “Internalisasi Trilogi dan Trikoda IMM dalam Pembentukan Cendekiawan Profetik” Acara dihadiri oleh perwakilan kampus, PCM, PC IMM Lamongan, HIMA, serta tamu undangan dari berbagai organisasi mahasiswa.
Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan Indonesia Raya, Mars Muhammadiyah, dan Mars IMM. Suasana berlangsung khidmat dan tertib dipandu oleh pembawa acara.
Ketua Pelaksana, Nano Firmansyah, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh tamu undangan yang telah meluangkan waktu untuk hadir, mulai dari jajaran PCM, perwakilan pimpinan kampus, Himpunan Mahasiswa (HIMA), Pimpinan Komisariat se-Kabupaten Lamongan, hingga perwakilan organisasi dari luar daerah.
“Terima kasih kepada seluruh tamu undangan yang hadir, bahkan di hari libur. Semoga momentum pelantikan ini menjadi pijakan bagi pengurus untuk mengemban amanah dan menjalankan program kerja dengan baik, sehingga membawa manfaat bagi kampus dan masyarakat,” ujarnya.
Nano juga menegaskan bahwa tema pelantikan, yakni internalisasi trilogi dan trikoda IMM dalam pembentukan cendekiawan profetik, perlu dipahami dan dijalankan sebagai arah gerak organisasi ke depan.
Ketua Umum Demisioner periode 2025–2026 PK IMM Ahmad Dahlan Lamongan, M. Sutaqwim Izul, dalam sambutannya menegaskan bahwa kepengurusan sebelumnya telah berupaya maksimal membangun pondasi organisasi, meskipun masih terdapat sejumlah kekurangan yang perlu disempurnakan oleh pengurus berikutnya.
“Apa yang kita perjuangkan belum sempurna, tetapi inilah proses pondasi untuk membentuk kader IMM yang kembali kepada masyarakat,” ujarnya.
Dalam refleksi berikutnya, Sutaqwim menyampaikan pesan filosofis mengenai makna kehidupan yang bernilai dan berdampak bagi sesama:
“Jika hidup hanya sekadar lahir, kuliah, bekerja, lalu meninggal itu murah. Yang mahal adalah hidup yang bermanfaat bagi umat.”
Pada bagian akhir sambutannya, ia mengutip Al-Qur’an Surah At-Taubah ayat 122 sebagai landasan pentingnya pendalaman keilmuan, keberlanjutan dakwah, dan peran kader sebagai pembimbing masyarakat. Hal tersebut, menurutnya, menjadi pengingat bahwa perjuangan intelektual, sosial, dan dakwah tidak boleh berhenti di satu periode saja.
Sutaqwim berharap nilai-nilai tersebut dapat menjadi arah, pedoman, dan spirit perjuangan bagi pengurus baru dalam menjalankan amanah organisasi selama satu periode ke depan.
Ketua Terpilih PK IMM Ahmad Dahlan Lamongan periode 2026–2027, Muhammad Dwi Bahrul, dalam sambutannya melanjutkan analogi organisasi sebagai “kapal” yang sebelumnya disampaikan oleh ketua demisioner. Bahrul menegaskan bahwa pelantikan bukan sekadar prosesi seremonial, tetapi momentum awal untuk menjalankan amanah kepengurusan secara nyata.
“Kapal ini akan berlayar. Jangan berhenti di tengah laut. Pelantikan bukan seremonial, melainkan amanah besar yang harus direalisasikan dalam tindakan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Bahrul menekankan pentingnya pengurus baru untuk mengimplementasikan Trilogi IMM (Keagamaan, Kemahasiswaan, Kemasyarakatan) serta Trikoda IMM (Intelektualitas, Religiusitas, Humanitas) sebagai landasan gerakan dalam menghadapi dinamika organisasi dan tantangan zaman.
Ia menambahkan sebuah kutipan reflektif mengenai pilihan sikap dalam menjalani kehidupan berorganisasi:
“Ada dua pilihan hidup: menjadi manusia kapitalis atau manusia merdeka. Saya memilih menjadi manusia yang merdeka—merdeka berpikir dan merdeka bergerak.”
Bahrul menutup sambutannya dengan ajakan kepada seluruh kader untuk menjaga marwah organisasi, memperkuat kolaborasi, serta bergerak bersama membangun IMM yang lebih progresif, kontributif, dan berorientasi pada kemaslahatan umat.
Ketua Pimpinan Cabang IMM Lamongan, Alexi Candra, dalam sambutannya menegaskan pentingnya idealisme dan daya juang yang harus dimiliki oleh setiap kader IMM dalam menghadapi dinamika zaman dan tantangan gerakan.
“Apa yang diyakini harus diperjuangkan. Nabi Muhammad mengajarkan idealisme melalui keteguhan, meski menghadapi kesulitan dan penolakan,” tuturnya.
Alexi menekankan bahwa kader IMM harus berani keluar dari zona nyaman serta terus meningkatkan kapasitas intelektual, spiritual, dan integritas diri. Ia menegaskan bahwa IMM bukan sekadar organisasi penghasil banyak kegiatan, tetapi merupakan ruang pengaderan yang membentuk kualitas kader melalui proses yang sistematis dan berkelanjutan.
“IMM bukan organisasi yang hanya memproduksi kegiatan. IMM adalah ruang yang membentuk kapasitas kader. Bukan banyaknya program yang penting, tetapi dampaknya,” ujarnya.
Dalam bagian akhir sambutannya, Alexi juga mengingatkan bahaya kemalasan bagi generasi muda dengan mengutip pesan dari Buya Hamka:
“Kezaliman terbesar adalah membiarkan otak cemerlang kalah oleh kemalasan diri sendiri.”
Alexi berharap agar seluruh pengurus dan kader IMM mampu menjaga konsistensi gerakan, memperkuat kapasitas intelektual, serta menghadirkan kontribusi nyata bagi masyarakat sebagai wujud implementasi nilai-nilai profetik yang menjadi dasar gerakan IMM.
Wakil Rektor, Dr. Darianto, S.E., M.M, dalam sambutannya memberikan apresiasi kepada kepengurusan demisioner sekaligus menyambut dengan baik pelantikan pengurus baru PK IMM Ahmad Dahlan.
“Kami mengucapkan selamat dan sukses atas pelantikan PK IMM Ahmad Dahlan. Semoga menjadi penggerak kemajuan kampus dan masyarakat,” ucapnya.
Beliau juga menyampaikan perkembangan terbaru terkait fasilitas pendukung kegiatan kampus, khususnya pembangunan gedung baru serta kesiapan masjid kampus yang saat ini memasuki tahap akhir penyelesaian.
“InsyaAllah masjid dapat difungsikan dalam satu bulan ke depan. Gedung juga segera rampung setelah menunggu proses perizinan dan uji fungsi,” jelasnya.
Dr. Darianto menegaskan bahwa tantangan yang akan dihadapi kader IMM ke depan tidak hanya berkaitan dengan dinamika internal organisasi, tetapi juga tuntutan dan kebutuhan dari struktur Muhammadiyah di berbagai level. Oleh sebab itu, kader IMM dituntut memiliki kapasitas, kedisiplinan, serta kesiapan mental dalam menjalankan peran strategis di lingkungan akademik dan masyarakat.
Beliau berharap kepengurusan baru mampu memperkuat sinergi dengan kampus serta menghadirkan inovasi dalam gerakan intelektual, humanitas, dan dakwah sosial.
Sambutan penutup disampaikan oleh Drs. Saifudin Zuhri, M.Ag., yang memberikan motivasi spiritual serta penguatan nilai perjuangan kepada seluruh kader IMM Ahmad Dahlan.
“Kita berkumpul di sini untuk mempersiapkan diri sebagai pejuang Al-Islam, pejuang agama Allah melalui gerakan mahasiswa di Muhammadiyah,” ungkapnya.
Dalam suasana penuh semangat, beliau menyisipkan pantun yang mengundang antusiasme hadirin:
“Burung gelatik cucuke biru,
mari dilantik ojo turu.”
Ustaz Saifudin juga mengingatkan kembali pesan Rasulullah SAW mengenai pentingnya memberi manfaat bagi sesama dalam setiap langkah perjuangan.
“Khoirunnas anfa’uhum linnas — sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya.”
Beliau berharap agar pengurus yang baru dilantik mampu meneladani nilai tersebut melalui gerakan intelektual, sosial, serta dakwah yang berkelanjutan.
Dengan terselenggaranya prosesi pelantikan ini, PK IMM Ahmad Dahlan Lamongan resmi memulai babak baru kepengurusan periode 2026–2027. Seluruh rangkaian sambutan yang disampaikan oleh ketua pelaksana, ketua demisioner, ketua terpilih, pimpinan cabang, perwakilan kampus, hingga tokoh Muhammadiyah memberikan penegasan bahwa IMM bukan sekadar ruang berorganisasi, melainkan juga menjadi kawah candradimuka yang membentuk kader unggul secara intelektual, kuat secara spiritual, serta peka terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Pelantikan ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat konsolidasi gerakan, meningkatkan kapasitas kader, sekaligus meneguhkan komitmen PK IMM Ahmad Dahlan dalam mengimplementasikan Trilogi dan Trikoda IMM secara lebih nyata. Dengan semangat kolaboratif dan dedikasi yang tinggi, kepengurusan baru diharapkan mampu menghadirkan kontribusi yang signifikan bagi lingkungan kampus, masyarakat, serta gerakan Muhammadiyah secara luas.
Acara pelantikan ditutup dengan sesi serah pengalaman, di mana kepengurusan lama dan kepengurusan baru saling berbagi cerita, motivasi, serta harapan untuk kemajuan IMM ke depan, sebagai bentuk kesinambungan estafet perjuangan.
Semoga amanah yang telah diberikan dapat dijalankan dengan penuh tanggung jawab, integritas, dan ketulusan, sehingga PK IMM Ahmad Dahlan dapat terus menjadi garda terdepan dalam melahirkan cendekiawan profetik yang berorientasi pada kemaslahatan umat.
(Bidang Riset dan Pengembangan Keilmuan PK IMM Ahmad Dahlan, Periode 2026–2027)

Komentar